FYI, a lot things happen.
First, aku udah kelarin masa PKL selama 2 bulan. Meski harus diakhiri tanpa perpisahan karena pandemi. tepat minggu ke-6 masa PKL pandemi diumumkan, dan minggu selanjutnya kami dirumahkan hingga selesai. So sad memang, tapi ya seru juga akhirnya bisa selesai. Bahkan presentasi hasil PKL pun via video call and we did it bagaimanapun hasilnya.
Second, pandemi entire the world cause this stupid virus called COVID-19. Aku pikir hanya akan berlangsung selama 2 bulan, dan semua akan kembali normal. Kenyataannya tidak, bagi sebagian negara mungkin mereka tidak memerlukan waktu yang lama, but not in this country. Sudah 3 bulan sejak penemuan kasus pertama, tapi grafik penderita belum landai juga. Yah perlu diakui bahwa penanganan kurang memuaskan, dana menjadi alasan utama sepertinya. Kalau ada dana aku yakin sejak muncul kasus pertama pasti dilakukan tes masal, lalu pembatasan kontak akan lebih mudah dikotak-kotakkan.
Third, Ramadhan during pandemi. Bayangkan keseruan bulan ramadhan yang dilakukan tiap tahun tapi tidak ada di tahun ini. Berburu takjil menjelang berbuka di pinggir jalan atau di pasar kaget, pergi ke masjid untuk tarawih, mudik, berkumpul dengan keluarga saat lebaran, memburu diskon di mall dan baju raya, tidak terjadi di tahun ini. Well gak semuanya benar sih, karena kenyataannya masih ada orang yang melakukan hal itu. Sudah pasti tindakan mereka ikut andil dalam lamanya pandemi berlangsung.
Last, berkat pandemi yang berlangsung ini bukan hanya PKL yang dirumahkan tapi kuliah juga di rumah aja via online. Hal ini menguntungkan sekaligus merugikan diriku sendiri. Baiknya adalah aku bisa lebih dekat dengan keluarga, mengehamt sekali karena tidak ada uang saku. Buruknya adalah aku terkurung di rumah dan moodku hanya ingin rebahan. Akhir kata, kuliah sangat amat tidak semangat ( "-__-) dan tugas akhir terbengkalai selama 8 minggu. Bayangkan 8 minggu terbuang sia-sia padahal target dan deadline mengejar. Tambahan lagi tugas kelompok juga belum selesai. Kalau dipikir memang bikin gila tapi ini salahku sendiri, my bad i'm sorry.
TMI sekali yang ku tulis, cukup segini dulu aja lah. Bye
Komentar
Posting Komentar